Tak Ada Venue Musik, Kisah Musikmu Hambar

Selain karya musik yang bagus, unik, dan punya ciri khas mencolok, musisi juga perlu untuk tampil. Ya tentu saja fungsinya sebagai penyalur apa yang disukai dan diciptakan tersebut, bertemu dengan sesama penikmat musik, dan berjejaring pastinya. Ya, musik memang sangat menguntungkan bagi banyak pihak, tidak hanya menyoal perihal uang ya, keuntungan dari dunia musik itu banyak bentuknya. Untuk tampil tentunya diperlukan sebuah tempat, mainnya bisa di mana saja.

Kebanyakan kota memiliki beragam venue mulai dari yang memadai, sampai yang biasa saja. Venue musik adalah salah satu hal paling krusial yang dimiliki negeri ini. Saking krusialnya, kadang banyak tempat yang beralih fungsi menjadi sebuah venue. Bukan tanpa sebab kondisi itu terjadi, paling besar sih di persoalan tidak adanya venue yang cukup memadai di banyak kota. Alhasil, inovasi-inovasi seperti ini kerap terjadi, dan terus berkelanjutan. Memadai di sini dalam artian, tempat yang bagus, tersedia toilet untuk transaksi besar ataupun kecil, alat-alat musik yang oke, dan banyak lainnya.

Di Makassar sendiri, banyak venue yang biasa digunakan untuk kegiatan musik oleh para pemusik di sana. Menurut Brandon, yang juga salah satu orang yang sangat aktif di kancah musik Makassar, tempat-tempat itu antara lain; Lap. Basket Karebosi, Lap. Makateks, Auditorium RRI, Auditorium Ukipaulus, Rockfort, Gedung Veteran, Gedung Isyana, KopiAlps, KopiHub, Etika Studio, Fefifa studio, dan Sabrina studio. Dari nama-nama tersebut, ada beberapa yang sudah tidak ada lagi. Entah karena alasan apa, mereka sudah tidak lagi aktif.

Setiap musisi di dunia pasti berasal dari panggung dan venue musik lokal. Semua orang memulai dari suatu tempat, dan “suatu tempat” bagi banyak seniman bisa berarti bermain di venue kecil di kota mereka masing-masing dengan penonton hanya beberapa puluh orang saja. Tidak ada satupun musisi yang baru mulai menjajaki dunia musik, tampil dihadapan ribuan orang baik itu di klub, ataupun arena internasional yang terkenal dan besar. Semua musisi yang kami dengarkan dulunya adalah musisi lokal, dan juga anggota sebuah komunitas kecil.

Komunitas musisi yang sedang berkembang sering kali adalah sekelompok kecil orang yang saling mendukung dengan menghadiri pertunjukan langsung satu sama lain, berbagi suka di media sosial dan dukungan emosional. Mengapa? Karena tidak banyak orang di luar lingkar pertemanan dan keluarganya yang mendukung mereka. Menghadiri pertunjukan di daerah kalian sangatlah penting untuk menunjukkan dukunganmu kepada musisi, venue independent, budaya, dan komunitas. Satu-satunya cara agar musisi dapat mencapai kesuksesan itu adalah dengan bermain di venue-venue lokal terlebih dahulu dan mendapatkan dukungan.

Di satu sisi, tempat-tempat kecil tersebut terus memberikan kesempatan yang tiada akhir bagi para musisi baru. Mereka selalu mempersilahkan siapa saja untuk mengembangkan dan mengasah bakat-bakat musik mereka yang masih muda dan segar. Sembari untuk terus menghidupi dapur mereka juga tentunya. Venue-venue musik ini juga sangat membutuhkan band-band muda agar bisa menjaga kancah musik lokal tetap menarik dan hidup untuk semua orang di daerah tersebut.

Akhirnya, musisi dan tempat pertunjukan lokal pasti memiliki kontribusi untuk menciptakan rasa kebersamaan yang sejati. Lagipula, sudah diketahui semua orang bahwa musik dapat menyatukan orang, tidak peduli latar belakang, usia, jenis kelamin, atau kelompok sosial. Venue musik tentu saja punya banyak kenangan tersendiri bagi para penikmat musik. Ada yang bertemu tambatan hati, mendapatkan uang dari berjualan merchandise saat berlangsungnya konser, hingga menjadi arena tinju. Semua itu pasti ditemui di sebuah venue musik.

Di era digital FOMO (Fear of Missing Out) ini, ketidakpastian ekonomi dan miliaran lagu yang bisa dijangkau oleh siapa pun, venue-venue independen, dan musisi lokal dapat dengan mudah dilupakan. Hal ini bisa dibuktikan beberapa tahun terakhir, di banyak daerah, berbagai venue banyak yang dengan terpaksa untuk menutup segala kegiatan mereka. Venue-venue kecil ini sangatlah istimewa dan terkadang diremehkan.

Tanpa mereka, band dan musisi baru tidak akan memiliki platform yang mereka butuhkan untuk menyebarkan musik mereka ke dunia luar dan orang-orang baru. Dalam jangka panjang, hal ini juga dapat berdampak negatif pada penemuan sebuah jenis pertunjukan musik live yang baru. Media sosial, layanan streaming, dan daftar putar berbasis algoritme untuk menemukan lagu-lagu baru hanya sebagian dari geliat yang ada di industri musik.

Jadi, terus dukung venue musik di kota kalian masing-masing, dan juga para musisi yang ada.