Hidup Kolektif, Jaya Pergerakan
Jika melihat lagi ke belakang di masa sebelum pandemi, dari satu gigs ke gigs yang lain diadakan seperti bersahut-sahutan. Di beberapa daerah, bahkan banyak gig ditemukan tiap minggunya.
Jika melihat lagi ke belakang di masa sebelum pandemi, dari satu gigs ke gigs yang lain diadakan seperti bersahut-sahutan. Di beberapa daerah, bahkan banyak gig ditemukan tiap minggunya.
Tak bisa datang dan menikmati konser luring, konser virtual jawabannya. Salah satu kelebihannya adalah kita bisa menikmati penampilan musisi secara real time melalui layanan streaming. Tapi, bukan berarti bentuk seperti ini bisa dilakukan secara mudah dan gampang, seperti kita berkirim surat elektronik.
Bagi sebagian orang, merchandise selalu identik dengan yang namanya band, dan tidak lebih dari sekadar baju kaos atau jaket yang diproduksi terbatas dengan segala macam gimik yang diikut sertakan di dalamnya. Entah itu artwork, atau sizing, bisa jadi pemilihan kain, label tag, atau bahkan penawaran bundling dengan banyak perintilan lain seperti stiker, poster, bracelet, dll. …
Berbicara soal gigs, tentu saja kita harus memberikan apresiasi besar kepada orang-orang yang ada dibaliknya. Tanpa mereka, mungkin saja kita bakal kebosanan setengah mati di rumah karena tidak adanya hiburan.
Karena dalam festival musik, biasanya kita tidak tahu siapa saja yang datang, dan apa latar belakang mereka. Bisa saja seorang promotor, produser, pengusaha, atau bahkan pengangguran dengan jejaring pertemanan yang luas.
Konser dan alkohol adalah dua hal yang sulit dilepaskan, walau kita paham bahwa mengonsumsi alcohol berlebih punya konsekuensinya sendiri. Meski begitu, ada saja yang selalu membawa “bekal” ini ke konser musik.
Tapi, apa yang menyebabkan lagu yang dirilis tidak menyebar? Tidak berbicara soal bagus atau tidak, karena sebagus apapun lagu yang tercipta, pasti ada saja yang tidak mengetahuinya. Begitu pula sebaliknya. Media memegang peranan penting di sini.
Terbentuknya kelompok militan kecil ini adalah fenomena yang sebenarnya biasa saja dalam dunia musik, terlebih untuk skena musik cadas. Mereka bertumbuh dengan sangat cepat dari satu gig ke gig lain, merambah ke tongkrongan, hingga tersebar dalam jumlah yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Di sisi lain, yang memihak pada modernisasi memandang banyak aspek dan akses yang justru dimudahkan dan sangat membantu.
Selain mengarsipkan karya dalam bentuk rilisan, salah satu usaha pengarsipan yang tidak kalah penting adalah press rilis. Jembatan yang akan membawa media dan lebih banyak pendengar.